SBY vs FPI, Siapa yang Menang?

http://hankam.kompasiana.com/2011/03/05/sby-vs-fpi-siapa-yang-menang/
OPINI | 05 March 2011 | 01:15 170 4 2 dari 2 Kompasianer menilai aktual

 

(kartun Agustinus “Gus Noy” Wahyono)

PRESIDEN SBY saling mengancam dengan FPI. Siapakah yang menang?

Pada tanggal 9 Februari lalu, di Kupang SBY memberi perintah kepada para bawahannya untuk, berdasarkan hukum yang berlaku menindak tegas ormas yang (sering) beraksi anarkis, dan yang suka menganjurkan kekerasan di ruang publik. Bilamana perlu ormas itu dibubarkan, katanya.

FPI yang merasakan mereka yang dimaksud SBY bukannya takut malah balik mengancam, dan memberi ultimatum kepada SBY. Sedikitnya empat kali berturut-turut FPI, mulai dari Juru Bicaranya, Munarman, sampai dengan Ketua Umumnya, Habis Rizieq Syihab mengancam dan memberi ultimatum kepada SBY: Jangan coba-coba berani membubarkan ormas seperti FPI. Sebaliknya, pemerintah segera membubarkan Ahmadiyah selambat-lambatnya tanggal 1 Maret 2011. Apabila tidak dilakukan, FPI menyerukan dan akan memimpin revolusi untuk menggulingkan Presiden SBY.

Entah berbalik ciut nyalinya ataukah bukan, sejak itu suara SBY tak terdengar lagi berani menyinggung-nyinggung kembali perintahnya itu.

Ketika sikap SBY belum juga jelas terhadap eksistensi Ahmadiyah, para bawahannya, bukan di tingkat menteri, tetapi malah lebih rendah lagi, yakni para kepala daerah sudah berani melangkahi Presiden SBY dalam bersikap.

Diawali dengan Gubernur Jawa Timur pada 28 Februari lalu, diikuti Pemkot Bogor, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Sulawesi Selatan, dan sebentar lagi Gubernur DKI Jakarta, telah mengeluarkan peraturan daerah yang melarang aktivitas Ahmadiyah di wilayahnya.

Daerah-daerah lain tinggallah menunggu waktunya saja. Kecuali di beberapa daerah tertentu, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, karena Gubernurnya Sri Sultan Hamengkubuwo X, yang tidak perlu diragukan lagi kadar ke-Islam-annya, telah dengan jelas dan tegas mengatakan bahwa keberadaan Ahmadiyah di wilayahnya bukan masalah. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menghormati dan melindungi mereka.

Kebijakan para kepala daerah tersebut baik langsung, mau tidak, telah direstui oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dengan menyatakan bahwa keputusan para kepala daerah tersebut dapat dibenarkan sepanjang tidak keluar dari koridor SKB Tiga Menteri.

Padahal ketika Presiden SBY, yang notabene adalah atasan tertingginya menyerukan perintah untuk bilamana perlu membubarkan ormas anarkis, Gamawan malah meresponnya dengan memberi tafsiran terhadap perintah tersebut, yang sifatnya seolah-olah menghindar supaya tidak melaksanakan perintah tersebut.

Dia merespon dengan mengatakan bahwa maksud Presiden adalah jika nanti terbukti ada ormas yang melakukan tindakan anarkis tersebut, barulah bisa ditindak.

Dari perkembangan peristiwa “saling ancam” antara Presiden SBY dengan FPI ini bisalah dikatakan bahwa pemenangnya adalah FPI.

Indikasinya, perintah SBY kepada para bawahannya, termasuk Mendagri Gamawan Fauzi dan Kapolri Timur Pradopo, tidak ada tanda-tanda mereka punya niat untuk melaksanakannya.

Sebaliknya, seolah-olah ingin memenuhi batas waktu ultimatum FPI tersebut, pemerintah daerah satu per satu mulai mengeluarkan peraturan daerahnya yang melarang aktivitas Ahmadiyah, sebagaimana disebutkan di atas.

Beberapa waktu lalu setelah datang ultimatum dan ancaman FPI itu, Kapolri Timur Pradopo malah menghindar dari wartawan yang memburunya dengan pertanyaan, apa tindak lanjut dari Polri atas perintah SBY tentang ormas anarkis. Dia tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi hanya berkata normatif: “Semua warganegara harus taat pada hukum yang berlaku,” berulang-ulang sambil mempercepat langkah ke mobilnya.

Ketika wartawan bertanya kepadanya, bagaimana sikap Polri terhadap ancaman FPI yang hendak menggulingkan Presiden SBY, Timur hanya berkata, “Terima kasih, terima kasih, ya …” sampai setengah berlari masuk ke dalam mobilnya.

Selengkapnya silakan lihat rekaman wawancara tersebut :

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/02/17/122672/Kapolri-Terima-Kasih-Terima-Kasih

Apabila dikaitkan dengan “saling ancam” antara Presiden SBY dengan FPI itu, maka skornya adalah 1-0 untuk FPI. Pemerintah telah takluk dengan ancaman FPI tersebut, dengan mulai memenuhi ultimatumnya: melarang aktivitas Ahmadiyah, sebagai bentuk halus dari pembubaran Ahmadiyah. Sedangkan “ancaman” SBY untuk membubarkan ormas semacam FPI justru terbukti hanya gertak sambal.

Sebagai catatan tambahan bahwa bukan baru pertamakali ini saja SBY melontarkan ancamannya terhadap ormas seperti FPI, tetapi sudah lebih dari sekali. Bedanya, baru kali inilah langsung direspon keras oleh FPI, dan SBY pun malah diam, tak berani lagi bersuara.

Pada 2006, ketika sejumlah demonstran yang bertindak anarkis mendukung Undang-Undang Anti Pornografi, SBY berseru, “Pemerintah akan menindak tegas dengan menertibkan ormas yang menggunakan atribut agama untuk beraksi anarkis.” Kelanjutannya? Tidak ada.

Kemudian pada Juni 2008, ketika FPI melakukan penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Lapangan Monas, Presiden SBY kembali berseru, “Negara tidak boleh kalah dengan perilaku kekerasan yang dilakukan oleh ormas (yang menggunakan atribut agama untuk melancarkan aksi anarkisnya).” Kelanjutannya? Juga tidak pernah ada.

Dan, sekarang untuk kesekian kali SBY pun, setelah peristiwa di Cikeusik dan Pandenglang, menyerukan hal yang kurang lebih sama, di Kupang pada tanggal 9 Februar 2011 itu. Tetapi kali ini, sepertinya SBY kena batunya, ketika FPI tidak tinggal diam, dengan balas mengancam dan memberi ultimatum kepada SBY.

Sebaiknya, kalau memang tidak punya niat dan nyali untuk menindak ormas semacam FPI itu, SBY janganlah terlalu mudah melontarkan ancamannya tersebut. Lebih baik tidak memberi pernyataan, perintah, atau apapun bentuknya seperti itu. Daripada melontarkannya, tetapi ternyata hanya besar mulut saja. Nyali tidak ada.

Atau, barangkali benar dugaan sebagian orang bahwa ini hanya merupakan bagian dari sandiwara yang mereka mainkan saja? ***

 

 

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: