Ternyata Benar SBY Resmikan Casino di Bintan

Ternyata Benar SBY Resmikan Casino di Bintan

Lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Brunei Darussalam yang dijadwalkan hari ini, Kamis (24/02) menuai polemik. Pasalnya bukan kepergian SBY ke Brunei, namun dalam jadwal yang dirilis Istana Negara disebutkan bahwa SBY akan mampir sejenak di pulau Bintan untuk sebuah agenda yang belum disebutkan dengan jelas. Meski sempat dibantah ternyata kecurigaan adanya sebuah kasino (tempat judi) dan tudingan proyek fiktif justru mendekati kenyataan, benarkah?

Adalah AM Hendropriyono mantan kepala BIN
yang dengan terang mengungkapkan bahwa ada proyek ‘fiktif’ yang patut di curigai di Bintan.

“Proyek itu menurut saya fiktif. Pada 2007 sudah ada peletakan batu pertamanya oleh Menbudpar Jero Wacik dan sampai sekarang saya belum pernah dengar batu terakhirnya (proyeknya selesai -red),” kata mantan KaBIN, AM Hendropiyono di sela-selapameran buku di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Sepengetahuannya, proyek fasilitas wisata yang dibangun di desa Seboklagoi, Pulau Bintan, tersebut sudah mulai dibangun pada 2007 lalu. Namun pengerjaanya sempat lama terhenti akibat aksi penolakan warga setempat setelah mendengar salah satu fasilitas penunjang di dalam kompleks wisata itu adalah tempat perjudian. “Saya kaget, karena proyeknya tidak terselesaikan. Warga menolaknya sebab akan ada casino,” cetus Hendro.

Hal lain yang membuatnya ragu adalah investor pengelolanya yang berganti dari PT Wisata Siburia menjadi PT Rekayasa Prima, namun dengan orang yang sama, yaitu Mark Wee, seorang pengusaha berkewarganegaraan Malaysia yang rekam jejaknya dalam dunia usaha dianggap belum kompeten.

“Nilai proyek di Bintan ini Rp 30 triliun. Tetapi Mark Wee ini saya belum pernah dengar di proyek yang nilai Rp 1 milyar. Saya belum pernah lihat. Dia tidak ada rekam jejaknya,” ungkap dia.

“Kalau ternyata proyek ini fiktif, nanti presiden lagi disalahkan. Padahal saya baca di media, presiden bilang ke pemda jangan sampai bikin proyek pepesan kosong nanti tidak berguna,” tandasnya.

Saat dihubungi Julian Aldrin Pasha, juru bicara kepresidenan menolak jika dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan rumah judi atau proyek bodong lainnya di Bintan, Kepulauan Riau, 25-27 Februari mendatang.

“Presiden akan berangkat ke Brunei Darussalam besok pagi. Beliau beserta rombongan dijadwalkan kembali tiba di Jakarta hari Minggu. Namun, jika tidak ada perubahan, Presiden direncanakan singgah terlebih dahulu di Bintan. Ada sejumlah agenda penting di sana,” katanya, Rabu (23/2).

Namun ia tidak bisa menyebutkan secara pasti apa yang dilakukan oleh presiden dalam kunjungan singkat di Bintan. “Saya belum bisa memberi tahu apa saja yang akan dilakukan Presiden di Bintan. Kemungkinan, beliau akan sekalian menyampaikan hal itu dalam keterangan persnya besok pagi terkait kunjungan kenegaraan ke Brunei. Namun, saya bisa pastikan tidak benar soal peresmian perjudian di Bintan atau pun yang lainnya,” ujarnya.

Dari Kepulauan Riau akhirnya kami mendapatkan penjelasan mengenai kehadiran presiden di pulau Bintan tersebut. Disebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberi nama baru pada kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada 26 Februari 2011. “Belum ada yang mengetahui nama baru Treasure Bay yang akan diberikan Presiden Yudhoyono,” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad, Kamis (24/02).

Selain memberi nama baru pada Treasure Bay Bintan, kata dia, Presiden Yudhoyono juga akan menandai pembangunan tahap pertama kawasan terpadu. Treasure Bay Bintan dibangun secara bertahap oleh konsorsium dari Malaysia, Landmark Holding Sdn Bhd, dengan nilai investasi sekitar Rp24 triliun. Tahap awal investasinya sebesar 425 juta dolar Amerika.

Investor asal Malaysia itu akan membangun pusat kebugaran, butik di hotel, hunian wisatawan dan marina. Selain itu juga membangun Cristal Lagoon yang merupakan inovasi terbaru dalam pengembangan kawasan wisata terpadu. “Itu salah satu bentuk keseriusan konsorsium asal Malaysia untuk membangun kawasan wisata di Lagoi,” ujarnya.

Pembangunan kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan sudah direncanakan sejak tahun 2007, namun mengalami kendala sehingga baru dapat dilanjutkan sekarang. Pembangunan kawasan wisata terpadu tersebut tidak disertai dengan fasilitas perjudian, kata Ansar.

Ternyata apa yang dipaparkan oleh mantan kepala BIN AM Hendropriyono sebagian besar benar, meskipun belum dapat dipastikan mengenai keberadaan kasino dalam lokasi wisata yang dimaksud. Jika benar , maka polemik ini diprediksi akan menjadi sebuah skandal baru bagi pemerintahan SBY yang sedang mendapat sorotan dari banyak pihak.

sumber http://www.seruu.com/index.php/2011022441682/utama/nasional/ternyata-ada-kasino-di-pulau-bintan-41682/menu-id-691.html

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: