MEMPERHATIKAN BACAAN & TONTONAN ANAK-ANAK

Jurnal Toddoppuli

Cerita Untuk Andriani S.Kusni & Anak-Anakku

Apa yang kita dapatkan di rayon anak-anak tokobuku-tokobuku baik di Palangka Raya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan kota-kota besar lainnya di negeri ini? Di rak-rak rayon tersebut, buku-buku cerita anak-anak didominasi oleh cerita-cerita dari mancanegara seperti Eropa Barat, Jepang, Amerika Serikat. Sedangkan cerita-cerita lokal, kalaupun ada, jumlahnya sungguh tidak sebanding dengan cerita-cerita kanak-kanak terjemahan dari mancanegara. Keadaan serupa juga berlangsung di dunia tontonan, terutama televisi.

Untuk apa masalah bacaan dan tontonan anak-anak begini diangkat dan mengapa perhatian berbagai kalangan, terutama pihak para pendidik, orangtua dan lebih-lebih pihak Dinas-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke permasalahan bacaan anak-anak ini sangat diharapkan?Alasan menarik perhatian pihak-pihak tersebut, sebenarnya kuranglebih sudah diketahui. Jika mengikuti teori tabula rasa, maka anak-anak TK, SD dan Sekolah Menengah adalah anak manusia yang sedang dalam proses pembentukan diri. Mereka tak ubay sebuah kertas kosong. Apa yang akan diterikan pada kertas kosong itu ditentukan oleh pendidikan yang diberikan kepada mereka. Kemerosotan di kalangan anak-anak muda Palangka Raya yang berita-beritanya banyak mengisi kolom-kolom halaman koran, bukanlah sesuatu yang kebetulan tetapi merupakan produk dari sistem dunia pendidikan di negeri ini. Bacaan dan lebih-lebih lagi tontonan (karena gampang diserap) mempunyai peran penting dalam pembentukan jiwa dan wacana anak-anak. Tokoh-tokoh Harry Porter, Donald Bebek, Micky Mouse, Barbie, Manusia Kelelawar (Bat Man), untuk menyebut beberapa saja, jauh sangat dikenal dan mempengaruhi jiwa anak-anak yang sedang tumbuh dan membentuk diri.  Sementara tokoh Tangkiling, Bandar, Sangumang, Pang Palui (yang diserobot oleh daerah lain dari KalTeng), Kayau Pulang, Tambun-Bungai , Panimba Tasik Panetek Gunung, dan lain-lain hanyalah tokoh-tokoh asing dari pengetahuan mereka. Bacaan dan tontonan telah mencerabut generasi penerus dari akar budaya mereka sendiri. Pendidikan telah turut andil mengasingkan generasi penerus dari kampung-halaman mereka sendiri atas nama modernistas. Hanya tempat tinggal secara geografis saja mereka di KalTeng, tetapi secara budaya bukan Uluh KalTeng karena dibentuk sejak balita. Tidak sedikit Uluh Itah yang hanya genealogis saja bernama Dayak,tapi secara kebudayaan, budaya Dayak asing dari pengenalan.  Dikhawatirkan keadaan begini merupakan petunjuk betapa secara kebudayaan sebenarnya kita sudah terjajah dan kita bangga pada keterjajahan karena memandangnya sebagai modernitas.

Sadar keadaan seperti di atas, Bruder Markus yang bertanggungjawab atas sekolah-sekolah Yayasan Siswarta, Palangka Raya, sesuai dengan motto Yayasan : ‘’Membangun Manusia Pembangun” sejak beberapa lama telah secara berprakarsa menerbitkan cerita bergambar bernuansa KalTeng. Cerita bergambar pertama yang diterbitkan dan disiarkan melalui Majalah Siswarta, berjudul “Anak-anak Gerilyawan Ujung Hurung”, sebuah cerita karya Andriani S. Kusni & JJ. Kusni berlatarbelakang masa perang gerilya melawan Belanda di Katingan. Cerita bergambar ini ditulis dalam tiga bahasa: Dayak Ngaju, Indonesia dan Inggris. Upaya berprakarsa mencari alternatif pemencahan soal ini sampai sekarang terus dilanjutkan. Bruder Markus mengambil langkah begini karena sadar akan arti bacaan dan tontonan, kebudayaan secara umum,  bagi pembentukan “anak bangsa” menjadi “Manusia Pembangun”. Bacaan dan tontonan termasuk masalah strategis menyangkut hari esok bangsa, wajah jiwa manusia penanggungjawab timbul-tenggelam bangsa dan negeri, tapi yang kurang mendapat pengindahan oleh kalangan pendidik, termasuk orangtua.***

KUSNI SULANG

Anggota Lembaga Kebudayaan Dayak Palangka Raya (LKD-PR).

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: