KSB-PR: VISI, MISI, PROGRAM, DAN KEGIATAN

KOMUNITAS SENIMAN-BUDAYAWAN PALANGKA RAYA (KSB-PR)

  • Didirikan : 01 November 2009 di Palangka Raya oleh beberapa Komunitas dan Sanggar Sastra-Seni di Palangka Raya.
  • Penjelasan Tentang Nama : Nama Palangka Raya, mencer-minkan suatu strategi pemba-ngunan kebudayaan di Kalteng. Menjadikan Palangka Raya sebagai lokomotif untuk mena-rik maju seluruh Kalteng mem-bangun  « Kebudayaan U-luh Kalteng Beridentitas Kal-teng ». KSB-PR meyakini bahwa dengan terbangun solidnya Palangka Raya sebagai pusat kebudayaan Kalteng, maka bisa didorong pembangunan pusat-pusat kebu-dayaan lainnya di kabupaten-kabupaten. Strategi ini diambil berdasarkan pengalaman pem-bentukan Dewan Kesenian Da-erah pertama yang diketuai oleh JJ.Kusni (didepak oleh Gubernur Warsito Ras-man). Dengan men-jadikan Palangka Raya sebagai ibukota kebudayaan Kalteng, Palangka Raya menjadi pintu komunikasi keluar  dan keda-lam untuk kegiatan kebudayaan Kalteng. Untuk tujuan ini, maka Palangka Raya patut menjadi teladan bagi seluruh kabupaten baik dalam kualitas maupun dalam kuantitas aktivitas ke-budayaan.
  • Ganderang Tingang, secara filosofis bermakna melakukan komuniskasi antar anak manusia, saling mengembarai pikiran dan perasaan satu dan yang lain demi berlomba-lomba menjadi anak manusia. (Hatamuei Lingu Nalata dan Hatindih Kambang Nyahun Tarung, Mantang  Mawang Langit).

  • Visi KSB-PR : « Membangun Ke-budayaan Uluh Kalteng berin-dentitas Kalteng Yang Bermutu Tinggi Baik Secara Artistik Maupun Secara Substansi ».

  • Misi: “Menjadikan kota Palang-ka Raya kota budaya untuk mengembangkan kebudayaan Uluh Kalteng beridentitas Kalteng di Kalteng yang tinggi mutu artistik dan substansinya”.
  • Kebudayaan Uluh Kalteng tidak lain dari sebuah kebudayaan hibrida yang identitasnya ba-nyak ditentukan oleh kebu-dayaan Uluh Itah (Dayak).
  • KSB-PR tidak lain dari sistem pendukung (supporting system) bagi semua komunitas, sanggar dan pelaku kebudayaan di Kalteng guna menciptakan suatu gerakan kebudayaan di provinsi ini, tanpa mengin-dahkan asal etnik, agama, dan pandangan kesenian mereka selama ia berpatokan pada rangkaian nilai republiken dan berkeindonesiaan. Dengan kata lain, KSB-PR membongkar se-kat-sekat ghetto budaya dan budaya ghetto di mana berakar wasangka-wasangka yang me-melihara bara konflik dan ko-lonialisme internal.
  • Budaya Uluh Kalteng meru-pakan roh dasar bagi lahirnya manusia Kalteng. Uluh Kalteng sesungguhnya akan lahir secara alami dan dalam proses sadar kebersamaan memberdayakan serta membangun Kalteng seba-gai betang budaya berjatidiri dan betang bersama Uluh Kal-teng.
  • Untuk mewujudkan visi-misi di atas, KSB-PR menggalang kerjasama dengan semua lem-baga resmi ataupun swasta di berbagai bidang, organisasi, persorangan yang menyokong visi-misi tersebut. (Kerjasama sudah mulai berlangsung dengan Radio Bravo dan HIPMI). Mengajak semua kelompok etnik yang ada di Palangka Raya/Kalteng untuk bersama-sama menggalakkan kehidupan kebudayaan di Palangka Raya/Kalteng dan membangun kebudayaan Uluh Kalteng beridentitas Kalteng.
  • Menanamkan semangat keman-dirian pada para seniman-buda-yawan.

PROGRAM KSB-PR (2009-2010)

  • Terus-menerus menyempurna-kan organisasi sehingga mampu merampungkan visi-misi, peran dan posisinya sebagai sebuah lembaga “supporting system”, menyimpulkan pengalaman berkebudayaan di Kalteng dan mendorong maju perkemba-ngan kebudayaan. Untuk ini diadakan rapat periodik saban Jumat. Di rapat periodik ini semua masalah yang ada ditampung dan dibicarakan ser-ta dipecahkan segera. (Sudah berlangsung). Secara organisasi, KSB-PR, sudah mempunyai seksi-seksi sastra, tari, radio/tivi, penerbitan, lukis, musik, teater. Bidang-bidang lain sedang dalam penjajagan personalia, komunitas dan sanggar. (Potensi kebu-dayaan Palangka Raya, khu-susnya, Kalteng umumnya sangat kuat. Kita bisa meng-ungguli Bali! Masalahnya terletak pada pengorganisasian dan mobilisasi)..
  • Bekerjasama dengan komunitas, lembaga-lembaga kebudayaan di luar Kalteng untuk saling belajar, tukar-pengalaman, saling meningkatkan taraf diri. Termasuk dengan manca negara.
  • Menyelenggarakan pertemuan antar komunitas, sanggar, seniman dan budayawan se Kalteng untuk menyatukan pemahaman, pikiran dan langkah dalam melancarkan suatu gerakan kebudayaan Uluh Kalteng. Diharapkan pertemuan se Kalteng ini bisa berlangsung sekitar Februari atau Maret 2010 di Kasongan, kabupaten Ka-tingan.
  • Menerbitkan Jurnal Kebudaya-an: Ganderang Tingang, minimal per triwulan. Kecuali itu KSB-PR juga sudah mulai dengan penerbitan karya sastra sekalipun dalam bentuk se-derhana. Dalam masa mendatang Bagian Penerbitan KSB-PR, Rabu 06 Januari 2009) telah menetapkan program penerbi-tannya.
  • Membangun Institut Kesenian Palangka Raya, berafiliasi dengan Institut Kesenian Jakarta, dalam upaya meningkatkan mutu berkesenian di Kalteng.
  • Membangun radio KSB-PR sen-diri. Diwujudkan dalam bulan Januari 2010 bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah.
  • Menggunakan semua media massa yang ada, baik media massa cetak, elektronik (KSB-PR sudah mempunyai website sen-diri), radio dan tivi. Untuk me-laksanakan hal ini, kerja-sama dengan RRI Kalteng dan Radio Bravo sudah dilakukan. Radio Bravo menyediakan waktu saban Kamis tiap minggu, pada pukul 20.00-21.00, saban hari Kamis. Dengan RRI Kalteng si-aran budaya yang diasuh oleh KSB-PR mulai  minggu ketiga bulan Januari 2009.
  • Acara setahun sudah disusun dan disepakati.
  • Di Harian Palangka Pos telah diperoleh setengah halaman ruang budaya, terbit saban Rabu. Sedangkan Harian Tabengan menyokong dengan kuat. Sudah ada kesepakatan tentang berbagai hal.
  • Pendidikan: Sudah melakukan pendidikan jurnalisme sastrawi dan terus berlangsung. Peser-tanya akan dimagangkan di Ta-bengan, Kalteng Pos, Detak, dan Palangka Pos. Pendidikan di-maksudkan untuk mencetak barisan penulis di Kalteng.
  • Teater : setiap bulan melakukan pentas monolog. Program setahun sudah disusun. Kecuali itu sudah dirintis pentas pe-riodik saban tiga bulan.
  • Tari: Dalam tahun 2010 akan diselenggarakan Festival Tari Anak-Anak SD.
  • Lukis: pelatihan lukis (sudah berlangsung di sanggar Sketsa pimpinan Eko Yuianto, komunitas pimpinan F. X. Suryo, sekolah-sekolah Muhamadiyah. Pameran lukisan. Pada 16-17 Januari 2010 di Palma akan diselenggarakan pameran luki-san anak-anak dan orangtuanya berbarengan dengan pergelaran tari dan nyanyi serta teater. Diikuti oleh sekolah-sekolah Katolik, Muhamadiyah, dan  Negeri. Pameran ini bisa dibuka oleh Gubernur Kal-teng dan ditutup oleh Walikota Palangka Raya.
  • Lomba puisi dan baca puisi di-rencanakan akan berlangsung pada tahun ini juga.
  • Berharap benar agar Taman Bu-daya dan Teater Tertutup bisa diaktifkan kembali. Dan bisa benar-benar menjadi pusat ke-giatan berkesenian di Palang-ka Raya. Gedung Olah Seni su-dah bisa diaktifkan lagi, sudah di-perbaiki. Tinggal Gedung Te-ater Tertutup yang masih dalam keadaan sangat rusak. KSB-PR berharap kawasan Taman Budaya dan Museum bisa dijadikan pusat kebudayaan di Palangka Raya dan dilengakapi bangu-nannya dengan kios-kios berupa toko cinderamata, warung dan restoran yang tertata rapi dan indah. Jika terwujud maka tempat ini akan menjadi pusat wisata yang selain berdampak budaya, juga akan berdampak ekonomis dan politis.
  • Musik: menghimpun grup-grup paduan suara, band-band dari berbagai aliran musik yang ada, dan menjadwalkan pentas me-reka di Taman Budaya. Diha-rapkan, minimal saban akhir pekan di Taman Budaya ada pentas seni secara bergiliran oleh komunitas-komunitas dan sanggar-sanggar, atau grup-grup.
  • Mengajak semua kelompok etnik di Palangka Raya /Kalteng untuk bersama-sama mengga-lakkan kehidupan kebudayaan di Palangka Raya/Kalteng. Su-dah mengajak komunitas Batak, Minahasa, Bugis, dan terus menjajagi komunitas-komunitas lain.
  • Peluncuran buku: Sudah meng-galang kerjasama dengan Toko Buku Kharisma, Jln Yos Sudar-so, Palangka Raya, dengan Per-pustakaan Daerah Palangka Raya.
  • Diskusi dan seminar budaya dalam upaya mempertajam dunia pemikiran di Palangka Raya dan menerobos kesunyian intelektualitas (intellectuality loneliness or lonesome), kesu-nyian budaya, dan mengobah keadaan bebal budaya di Kal-teng,  serta menumbuhkan daya kritis yang konstruktif.

HAL-HAL YANG SUDAH DILAKUKAN SEJAK 1 NOVEMBER 2009

  • Bertemu dengan Komisi C DPRD Provinsi untuk meminta perhatian tentang kehidupan kebudayaan di Kalteng.

  • Bertemu Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng dengan tujuan serupa.

  • Berdiskusi dengan Bapeda Pem-kot.

  • Mengisi acara kesenian yang diorganisasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Palangka Raya. Kegiatan begini membuka ker-ja-sama antara pembisnis de-ngan para seniman-budayawan.

  • 16-17 Januari menyelenggara-kan pameran lukis anak-anak dari sekolah-sekolah katolik, islam dan berbagai sanggar-komunitas di Palangka Raya. Pameran lukis anak-anak dan pentas seni Uluh Kalteng ini diselenggarakan bekerja-sama dengan PWI Cabang Kalteng, dibuka oleh Ir. Sadar Ardi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwi-sata yang mewakili Gubernur (saat itu menghadiri acara Natal Uluh Itah di Jakarta), ditutup oleh Wakil Walikota (karena walikota sedang menghadiri kegiatan lain di Banjarmasin). Pameran lukisan anak-anak begini merupakan pameran pertama di Kalimantan Tengah.

  • Beberapa kali bertemu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwi-sata Provinsi membicarakan ma-salah kehidupan kebudayaan di Kalteng.

  • Sudah langsung menyampaikan kepada Walikota Palangka Raya untuk bertemu membicarakan kehidupan kebudayaan di Pa-langka Raya.

  • Rencana pentas tiga bulan sekali sudah dilakukan dan terus ber-lanjut.

  • Sudah bertemu dengan Guber-nur Kalteng pada 6 Januari 2010.

  • Sudah berjumpa dengan H.M Riban Satia, Walikota Palangka Raya pada 14 Januari 2010.

SARAN:

  1. Perlu adanya Pergub Tentang Kebudayaan. Berharap draf Pergub Tentang Kebudayaan bi-sa diberikan kesempatan kepada seniman-budayawan untuk men-diskusikannya sebelum ditanda-tangani oleh Gubernur.
  2. Akan sangat disambut baik, apabila saat mendiskusikan draft Pergub tersebut , Gubernur bisa menugaskan seseorang untuk mengikuti diskusi, jika Gu-bernur tidak mempunyai waktu.
  3. Diskusi seniscayanya diikuti o-leh semua atau seluas mungkin komunitas, sanggar, seniman dan budayawan.
  4. Mengharapkan ada penanganan segera masalah gedung teater tertutup.
  5. Mengharapkan juga kompleks museum dan Taman Budaya dijadikan tempat pusat berkebudayaan di Palangka Raya dan Kalteng, tidak dicampur-adukkan dengan tempat olahraga. Untuk itu akan sangat baik jika komplek tersebut dilengkapi dengan café, warung, toko cindramata yang indah dan rapi. Kompleks ini merupakan salah sebuah pusat parisiwsata di Palangka Raya. Pariwisata erat berhubungan dengan kebudayaan.
  6. Pengelolaan komplek kebudaya-an itu disarankan dipercayakan kepada KSB-PR yang bertang-gungjawab kepada Dinas terkait.
  7. Sebaiknya, agar tidak mubazir seperti pengalaman silam, disarankan pembangunan komplek tersebut, bisa didis-kusikan de-ngan para seniman-budayawan, termasuk dari segi arsitektur, lingkungan, suasananya, dan lain-lain….
  8. Barangkali kita di Kalteng perlu belajar dari daerah lain, dalam menyelenggarakan Taman Bu-daya sebagai pusat berkebudayaan di provinsi kita.
  9. Memanfaatkan bentara sungai dan sungai sebagai tempat kegiatan ekonomi dan budaya.
  10. Langkah lanjut, perlu dipikirkan tentang adanya Desa Budaya.
  11. Mengisi muatan lokal secara nyata agar tidak terhenti pada kalimat-kalimat resolusi.
  12. Menyarankan agar instansi-in-stansi mempunyai satu hari saban minggu menggunakan ba-hasa Dayak Ngaju.
  13. Menyarankan agar bagi polisi, tentara, jakasa dan hakim yang bertugas di Kalteng ada pe-lajaran khusus budaya dan bahasa Dayak Ngaju. Demikian juga bagi lembaga-lembaga res-mi yang menangani masalah budaya dan komunikasi.
  14. Memperhatikan jangan sampai terhadap khazanah budaya Da-yak Kalteng terjadi pengula-ngan diklaim oleh negeri lain.

PERNYATAAN:

  1. KSB-PR  berbulat hati  melakukan segala yang ia bisa lakukan untuk mewujudkan visi-misi dan saran-saran ini, termasuk siap mengisi secara nyata muatan lo-kal untuk sekolah-seko-lah sesuai keputusan Per-temuan Damang, Kepala-Kepala Desa Dan Camat Se Kalteng tahun lalu.
  2. Siap membantu peme-rintah Kota dalam meng-galakkan kehidupan bu-daya di Palangka Raya yang diharapkan bisa menjadi lokomotif kehi-dupan budaya di Kalteng.
  3. Karena belum mempu-nyai kantor sekretariat maka KSB-PR bisa dihubungi melalui:

  • Abdi Rahmat :    081251845657
  • Adam (Radio Bravo) : 081349398483
  • Aliemha Huda : 081349128127
  • Andriani S. Kusni: 081524064794
  • Kusni Sulang : 085881287240

Palangka Raya, 06 Januari 2010

About these ads

2 comments so far

  1. Esau A.Tambang on

    HEBAT!!!!
    AKU DUKUNG 100%

  2. Andriani S. Kusni on

    Are tarima kasih akan spanduk e male. Ela jera lah.
    ~ASK~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: