Archive for December, 2008|Monthly archive page
DARI RUE DURANTIN HINGGA RUE DE LEPIC MONMARTRE PARIS
DARI RUE DURANTIN HINGGA RUE DE LEPIC MONMARTRE PARIS
Cerita Untuk Andriani S. Kusni & Anak-anakku
Montmartre di mana aku tinggal sejak puluhan tahun merupakan ketinggian dari mana kita bisa melihat seluruh Paris. Ia merupakan sebuah tempat berssejarah.Merupakan Markas Besar Pemberontkan Komne Paris yang disebut oleh Karl Marx sebagai pemberontakan proletariat pertama.
Kronik Bulan Pambelum: GERAKAN KEBUDAYAN [Surat Kepada Halim HD]
Kronik Bulan Pambelum:
GERAKAN KEBUDAYAN
[Surat Kepada Halim HD]
Posting singkat Bung menyertakan banyak persoalan besar tak sederhana, menunjukkan bahwa Bung masih seperti dahulu dengan segala kesulitan masih menyetiai bidang kebudayaan yang Bung kecimbungi bertahun-tahun, dan kukira akan terus Bung kecimpungi sebagaimana teman-teman lain yang sudah memilih bidang ini sebagai wilayah kiprahnya.
Kronik Bulan Pambelum* : JERITAN SUMARAH
Kronik Bulan Pambelum* : JERITAN SUMARAH
Sampai detik ini monolog “Balada Sumarah” karya Tenterem Lestari, tentang nasib seorang TKW, anak seorang lelaki sederhana yang dituduh PKI, yang dibawakan oleh Luna Vidya dalam acara ulta ke-26 Koperasi Restoran Indonesia SCOP Fraternité Paris, masih terbayang-bayang dimata ingatanku.
GEMI NASTITI
Jurnal Toddopuli: GEMI NASTITI
Cerita untuk Andriani S. Kusni & Anak-anakku
“Gemi Nastiti? “
“Apalagi ini, Pah?”
Mungkin demikian kalian bertanya ketika kita berkumpul seperti biasa untuk mendengar cerita menjelang kalian tidur sambil tersenyam-senyum tapi mengandung rasa ingin tahu. Kalian rebutan tempat di pangkuan ibu dan ayah supaya santai mendengar cerita.
TEMA “10 JAM UNTUK SASTRA INDONESIA”, PARIS: “PARLER DE SOI, PARLER AUX AUTRES” [2]
Jurnal Toddopuli:
TEMA “10 JAM UNTUK SASTRA INDONESIA”, PARIS: “PARLER DE SOI, PARLER AUX AUTRES”
Cerita Untuk Andriani S. Kusni & Anak-anakku
2
Lengkapnya tema yang dibahas pada acara “10 Jam Untuk Sastra Indonesia” di Paris pada tanggal 07 Desember 2008 adalah “De la shpère privèe à l’espace public: autofiction ou image de soi revisitée? La part autobigraphique dans l’oeure littéraire” [Dari lingkup pribadi ke ruang publik: otofiksi atau melihat ulang citra diri? Bagian otobiografis dalam karya sastra], di singkat menjadi “parler de soi, parler aux autres” [dari diri, kepada yang lain 1].
Wawancara Prof. DR.Salim Said : Perkenalkan Indonesia Lewat Diplomasi Budaya
Wawancara Prof. DR.Salim Said dan JJ.Kusni[Harian Fajar, Makassar, 21 November 2208] Di Praha, Salim Said*
Perkenalkan Indonesia Lewat Diplomasi Budaya
Memperkenalkan Indonesia di Cekoslewakia memang butuh tangan-tangan dingin. Persoalannya, pasca perubahan politik dan pergantian elit setelah rezim komunis disingkirkan, nama Indonesia semakin kurang dikenal di negeri itu. Sebagai Duta Besar untuk Republik Ceko, Prof Dr Salim Said harus melakukan langkah-langkah konkret dengan menekankan diplomasi budaya melalui sejumlah kegiatan kesenian.
Wawancara Prof. DR.Salim Said : Perkenalkan Indonesia Lewat Diplomasi Budaya
Wawancara Prof. DR.Salim Said dan JJ.Kusni[Harian Fajar, Makassar, 21 November 2208] Di Praha, Salim Said*
Perkenalkan Indonesia Lewat Diplomasi Budaya
Memperkenalkan Indonesia di Cekoslewakia memang butuh tangan-tangan dingin. Persoalannya, pasca perubahan politik dan pergantian elit setelah rezim komunis disingkirkan, nama Indonesia semakin kurang dikenal di negeri itu. Sebagai Duta Besar untuk Republik Ceko, Prof Dr Salim Said harus melakukan langkah-langkah konkret dengan menekankan diplomasi budaya melalui sejumlah kegiatan kesenian.
JILBAB SUMARAH
Jurnal Toddopuli: JILBAB SUMARAH
Cerita Untuk Andriani S. Kusni & Anak-anakku
Yang saya maksudkan dengan “Jilbab Sumarah” adalah jilbab yang dikenakan oleh Luna Vidya, pemonolog dari Makassar , ketika turut memeriahkan persayaan ulta ke-26 Koperasi Restoran Indonesia SCOP Fraternié, Paris pada 15 Desember 2008 lalu. Sebelum menulis baris-baris ini, saya sudah melihat pertunjukan Luna melalui google di mana saya saksikan dalam bermonolog, ia mengenakan kostum berbeda-beda sesuai tema.
Profil: Lena Simanjuntak di jerman
Sumber: The Asia-Pacific
Majalah Bulanan Jerman,
Desember 2008
Lena Simanjuntak puts those at the bottom of society up on stage – By Anett Keller
Meddling is the only way to stay relevant.” German writer and Nobel Prize laureate Heinrich Böll once said, expressing his objection in 1973 to the constraints that supposedly prevented pragmatic politicians from tackling human oppression. Lena Simanjuntak not only lives on the same street in Cologne that Böll lived on – she has also adopted his motto.
EMAN-EMAN ENDASE [SAYANG-SAYANG KEPALANYA]
Jurnal Toddopuli:
EMAN-EMAN ENDASE [SAYANG-SAYANG KEPALANYA]
Cerita Kepada Andriani S. Kusni & Anak-anakku
Aku kira waktu itu musim panas ketika beberapa surat listrik [sulis] masuk ke kotak surat laptopku. Sulis-sulis itu berasal dari Rosa Prabowo, seorang mantan anggota DPR Pusat dari NU dan sedang menyelesaikan program S3-nya di salah satu universitas di Australia. “Negeri dan bangsa ini memerlukan anak-anaknya yang terdidik baik dan berwawasan”, jelas Rosa kepadaku mengapa ia melepaskan sementara kedudukannya sebagai anggota DPR Pusat.
Leave a Comment